Bantahan Suara Sumbang Untuk Pembela V-Day

"Valentine adalah trademark nya remaja yang tengah gandrung dengan cinta kasih. Itu adalah sesuatu yang positif asal, penerapannya sesuai dengan sunnah nabi dan 'ulama salafussalih. Daripada mengkafirkan orang, atau rame-rame membid'ahkan ajaran lain, kan lebih baik mempererat tali silaturahim dengan kasih sayang, dan itu sesuai dengan konsep Islam Rahmatallil'alamin …“toh wali songo pun tidak 'ujug-ujug' menghapus ajaran kapitayan, tapi dilakukan konversi kedalam ajaran islam. Mari kita sama-sama melakukan Konversi Valentine Day kepada bentuk yang Positif, sehingga Valentine Day menjadi budaya Remaja yang Islamy.”

Bantahan:
1   Kata “jangan atau nggak usah dilarang” sebagai bentuk keputusasaan dari perjuangan melawan V-day. Kata “jangan dilarang”, ketika ada usaha sebagian pihak melawan V-Day, adalah bentuk provokasi halus untuk melemahkan perjuangan anti V-Day.
2
     Membungkus V-Day biar keliatan Islamy, atau mencarikan dalil agar V-Day terasa ada di dalam Islam. Ide ini nggak lebih mencampuradukkan antara kebenaran dengan kebatilan. Membungkus V-Day dengan Islam hanya akan menjadi deretan pembenaran atas sebuah kesalahan atau keburukan.
3
.      Kalo masih ada yang ngoceh “bikin V-Day jadi positif dan penerapannya sesuai dengan sunnah nabi dan 'ulama salafussalih” itu adalah omong kosong. Mana bisa V-Day yang notabene ajaran kebatilan, diterapkan dengan cara sunnah nabi? Sunah nabi yang mana, Mas? Mencampuradukkan Islam dengan V-Day sama halnya menyatukan racun dengan madu dalam satu gelas. Meski dikasih label madu, tetep aja didalamnya ada racun, dan hanya orang yang kurang waras mau menyantapnya.
4
    Kalo ada tuduhan menyudutkan Islam nggak toleran misalnya, biasanya kita yang muslim udah menyiapkan tameng membela diri dan berkompromi dengan para penuduh itu, dan mengatakan “ah, islam itu sangat toleran koq”. Yang begini ini diistilahkan defensive apologetic. Ketika ada yang bilang kalo ajaran V-Day itu bertentangan dengan Islam, karena sama aja mengikuti ajaran orang kafir, dan nggak ada tuntunannya dalam Islam alias bid’ah. Maka para pembela V-Day udah menyiapkan jawaban defensive apologetic-nya dengan mengatakan “nggak usah begitu, Islam itu khan ajaran yang rahmatan lil ‘alamin berarti senafas dengan V-Day yang mengajarkan kasih sayang”
5
    Tentang dakwah Wali Songo. Sejarah tentang dakwah wali songo musti ditanyakan validitasnya. Ini penting banget lho sobat, karena emang seringkali dakwah wali songo dijadikan dalih untuk menerima adat kebiasaan menjadi suatu yang islamy. Bias juga bisa muncul akibat kesulitan menyeleksi sumber data—yang dalam ilmu sejarah adalah periwayatan.  Semakin jauh jarak waktu antara peristiwa dan sejarahwan, semakin luas daerah yang akan ditulis, dan semakin banyak orang yang terlibat, akan semakin sulit untuk dipilih mana riwayat yang akurat dan mana yang tidak. Jangankan menulis seluruh peristiwa di masa itu (yang belum tentu saat peristiwa terjadi, langsung ada yang menulisnya) pada zaman modern saja, dengan alat-alat komunikasi yang sangat canggih, berita tentang seorang selebriti saja bisa sangat bias. (disadur dari buku "Rapor Merah Valentine's Day, karya Luky B Rouf, follow @LukyRouf )

0 komentar

Leave a Reply

Hak Cipta Hanya Milik Allah lukyrouf.blogspot.com Dianjurkan untuk disebarkan Designed by lukyRouf