Dialog Berharga

Akhwat : ''Jika kamu punya barang yang berharga, dimana kamu akan meletakkannya?''

Akhwit : ''Di tempat yang khusus, aku akan menguncinya sehingga tidak seorangpun bisa mengambil.''

Akhwat : ''Jika sesuatu itu barang yang amat berharga sekali, di mana kamu akan menyembunyikannya?''

Akhwit : ''Di tempat yang sangat khusus, sehingga tak ada satu tangan pun yang bisa menyentuhnya.''

Akhwat : ''Apakah sesuatu yang paling berharga yang dimiliki oleh seorang wanita?''

Akhwit : ''(lama tidak ada jawaban)

Akhwat : Bukankah kesucian atau kehormatan dirinya sesuatu yang paling berharga yang ia miliki?''

Akhwit : ''Benar….Benar, sesuatu yang paling berharga yang dimiliki wanita adalah kesuciannya.''

Akhwat : Apakah sesuatu yang amat berharga itu boleh dipertontonkan dimuka umum?''

Akhwit : ''(lama tidak ada jawaban)

Akhwat: “Saudariku, bayangkan jika kehormatan kita sebagai wanita ibarat barang yang dijual di toko. Bagaimana tabiat seorang pembeli? Dia akan membolak-balik barang yang ingin dibelinya. Menawar, kalau cocok akan dibawa pulang. Atau mungkin ada pembeli yang tertarik membeli barang yang masih tersusun rapi di etalase, dibungkus dengan bungkus yang indah, dari kejauhan sudah kelihatan, bahwa barang itu lebih berharga dan mahal. Bagi pembeli yang baik dan jeli, dia akan bertanya, tidak macam-macam, serta berharap barang tersebut belum pernah tersentuh oleh siapapun.”


(Sebuah renungan.  Betapa berharganya dirimu, wahai perhiasan dunia –sholehah-. Betapa mahalnya harga kehormatan dan kesucianmu di hadapan Allah dan dimata lelaki sholeh yang hanya ingin, dia yang pertama kali menyentuhmu kelak di malam ‘surga’mu)

0 komentar

Leave a Reply

Hak Cipta Hanya Milik Allah lukyrouf.blogspot.com Dianjurkan untuk disebarkan Designed by lukyRouf